Rabu, 21 Maret 2012

Lelaki Pecundang

Diposting oleh Triana Purnama di 17.45
Sebuah Cerpen Karya Adhitama Putra Prakarsa pemenang cerpen dalam kelas 10 TKJ 1 
Check It Out  and ... Enjoy It :-)

     Pada hari itu di sekolah, aku bertemu seorang gadis yang manis dan lucu. Dia sangat menarik perhatianku pada waktu itu.
Filos : ka, siapa itu namanya ?
Kaka : kalo ga salah namanya Lia. Kenapa nanya-nanya ? suka ya ?
Filos : ahh, baru juga liat. Gak, cuman pingin tahu aja.
     Emang, Kalau takdir gak kemana-mana. Aku dipertemukan dia dalam grup nasyid. Aku pun memberanikan diri berkenalan dengannya.
Filos : lia ya? Kamu nasyid ya ?
Lia : iya, kamu juga ?
Filos : iya, sama. Salam kenal ya!
Lia : iya, salam kenal juga ya.
     Kami pun semakin lama semakin dekat. Sampai-sampai, aku dan dia punya nama julukan sendiri, seperti orang yang pacaran saja. Hari – hari itu, benar-benar indah. Sampai waktunya tiba.
Filos : lia, aku pengen ngomong jujur sama kamu, boleh gak ?
Lia : iya, mau ngomong apa ?
Filos : aku sayang sama kamu, mau gak kamu jadi pacar aku ?
Lia : hmmm.. aku juga sama sayang sama kamu. Tapi, aku masih punya pacar. Emang kamu mau gitu,  jadi pacar kedua aku. Kan, pasti ga mau.
Filos : ohh, emang siapa pacar kamu ?
Lia : udah ah, jangan ngomongin dia. Biarin aja, dia nya juga cuek sama aku.
Filos : ya udah ga apa-apa. Jadi hubungan kita ini apa ?
Lia : hmm,, TTM kali yah?
FIlos : iyah sip ..
     Karena aku penasaran siapa pacarnya, aku pun bertanya-tanya pada teman-temannya dan teman-teman ku. Tapi, ga ada jawaban yang pasti. Sampai, aku bertanya pada temanku, yang se-SMP dengan dia.
Filos : Di, kamu tahu gak siapa pacar lia ?
Dedi : bukannya, lia tuh pacarnya Qiran . kamu ga tau ?
Filos : gak tahu tuh, dianya juga ga ngasih tau. Anak mana ?
Dedi : dia itu anak MO.
Filos : oh… makasih di !
Dedi : siap !!
Filos : Bingo !!! akhirnya aku dapetin siapa nama pacarnya !! ( teriak senang dalam hati )
     Aku pun kembali mencari orang yang bernama Qiran itu. Aku Tanya kepada temanku yang juga MO. Akhirnya, aku pun tahu yang namanya Qiran itu. Dia juga se-SMP dengan Lia. Lama kelamaan, aku mulai mengetahui Lia selalu pulang dengan Qiran. Pertama  aku sakit hati, saat lihat dia pulang bersama dengan Qiran.
Rexy : Fil, liat itu siapa yang dibonceng ?
Filos : mana ?
Rexy : itu, yang didepan !!
Filos : lia ? ( dalam hati, aku kecewa dengan dia )
 Tetapi, aku mulai membiasakan diri jika dia pulang dengan Qiran. Mau bagaimana lagi? Aku gak punya motor sendiri pada waktu itu, dan dia juga rumahnya jauh. Ya, aku mesti mengerti, kalau ongkos naik angkot itu mahal. Jadi, lebih baik numpang sama Qiran, GRATIS.
     Hubungan aku dengan Lia pun semakin baik saja. Mungkin, karena kita satu jurusan. Kita selalu bertemu setiap saat. 3 bulan berlalu, aku mulai bosan menunggu dia putus. Aku pun bertanya pada dia, kenapa dia gak mutusin Qiran, jika bener-bener sayang dan peduli sama aku.
Filos : lia, kamu bener sayang sama aku ?
Lia : fil, aku sayang sama kamu dan peduli sama kamu. Kenapa kamu ngomong gitu ?
Filos : udah lama aku nunggu kamu putus dengan dia, tapi sampai sekarang belum juga. ( dengan raut wajah yang cemberut )
Lia : sabar yah, fil. "semua itu indah pada waktunya"
Filos : iyah, tapi sampai kapan ?
Lia : ada satu hal yang buat aku gak mutusin dia. Alasannya yaitu. Mamah aku udah deket sama mamahnya dia, terus mamah aku nitip pesen buat aku, supaya jangan nyakitin Qiran. Aku juga pengen pacaran sama kamu. Tapi hubungan yang tenang. ( Pendusta hebat sedang berbicara ).
Filos : hmmm, bener ?
Lia : iyah, masa ga percaya. Aku sekarang lagi nyari masalah sama dia, supaya dia mutusin aku. Tapi susah.
     Di hari itu, Lia dan teman-temannya main ke BIP.  Sebelum berangkat dia pamit dengan ku lewat sms.
Lia : fil, jangan sms aku yah hari ini, soalnya hp aku mau dipakai mamah aku. Takut nanti, dibaca smsnya.
Filos : iyah, siph.
Lia : lia main dulu yah ?
Filos : iyah, hati-hati yah.
     Ternyata, eh ternyata, Lia dan teman-teman serta Qiran pergi ke BIP. Untung aku sedang buka facebook pada waktu itu dan liat wall temennya. Akhirnya, Sakit hati aku yang gak tahu ke berapa terjadi. Emosi aku pun meledak pada waktu itu. Aku sms dia.
Filos : ngomong aja ga mau diganggu, gimana seneng sama dia ?
Lia : L ( dia ngirimin emot cemberut )
     Aku pun gak nge sms ke dia lagi. Dia pun mengirim sms yang berbunyi “TAK SEINDAH BERSAMAMU “. Aku tahu itu hanya bualan belaka. Aku pun bertanya kepada temannya yang main bareng dengan Lia ke BIP.
Filos : yul, Lia gimana kemarin sam Qiran waktu main di BIP ?
Yuli : gak seperti biasanya. Biasanya kan gak terlalu mesra. Kemarin, Lia bercanda-canda sama Qiran
     Setelah itu, aku pun mulai tersadar bahwa aku hanya dijadikan pelampiasan dia saja.  Sudah saatnya, aku menjauhi dia. Aku pun perlahan demi perlahan menjauh dari dia. Tetapi, kami masih saling berhubungan sebagai teman saja.
     Lia pun mulai dekat dengan pria lagi. Yang mungkin, sama posisinya dengan aku pada waktu itu. Namanya, hildhan yang bureteu itu. Dia baru deket sama Lia. Mungkin hanya setengah bulan dijadiin Lia selingannya. Eh ANJ*ING ternyata, aku liat di Facebook, Lia udah pacaran sama si Hildhan itu.
     Hati aku pun mulai mengoceh : ah, anj*ing, perse*an sama Lia. Sakit hatinya minta ampun., kenapa Hildhan yang sebentar sudah bisa pacaran dengan Lia. Tapi, aku ? Gak sama sekali .. sangat sakit. pernah melintas pikitan tuk bunuh diri saja.(Aku bertanya pada diri aku sendiri ) Sejak saat itulah, aku bertekad gak akan pernah mengenal yang namanya Lia lagi. Aku gak akan pernah bertanya, ngomong sepatah kata pun. Aku pun ingin membalas dendam padanya. Tapi apakah itu boleh ? tentu saja boleh. Hanya menunggu waktu yang tepat saja . inilah aku, seorang PECUNDANG yang mau-maunya dijadiin yang kedua sama wanita, dimainin sama wanita, disakit hatiin sama wanita.
FINISH .. 

0 komentar:

Posting Komentar

 

This Is My Life My World Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review